Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Fenomena Sekolah Anak Jadi 'Gengsi' Ortu di Yogya, Bukan Gawai atau Kendaraan

Fenomena sekolah anak sebagai 'gengsi' orang tua semakin mendominasi pembicaraan di kalangan orang tua Yogyakarta. Viral di media sosial, ratus orang tua antre sejak subuh untuk mendaftarkan anak ke bimbingan belajar (bimbel) Exist di Jalan Gayam, Gondokusuman. Menurut Astri Wulandari, ibu rumah tangga di Yogyakarta, obrolan antar-orang tua tak terpisahkan dari topik sekolah, pilihan les, hingga kegiatan yang mendukung kemampuan dan minat anak. Fenomena ini mencerminkan keseriusan orang tua Yogyakarta dalam mempersiapkan masa depan anak, terutama di bidang pendidikan.

Biaya pendidikan yang dikeluarkan cukup besar. Astri menyebut biaya pendaftaran anaknya di sekolah dasar swasta favorit mencapai Rp 17 juta. Ia juga memberikan berbagai les tambahan seperti panjat tebing, drum, dan sains. Kumoro, orang tua lain, rela membayar Rp 6 juta hingga Rp 9 juta untuk pendaftaran anaknya dari PAUD hingga SD. Untuk menampung kuota, pendaftaran dilakukan sejak dini meski anak belum sekolah dasar.

Wicaksono, ayah dari anak kelas 9 SMP, menghabiskan sekitar Rp 3 juta per semester untuk les coding, Rp 2,5 juta per tiga bulan untuk animasi, dan Rp 1,5 juta untuk dua bulan les drum. Ia berharap anaknya masuk ke jurusan animasi ISI Yogyakarta. Bagi banyak orang tua, biaya sekolah dan les menjadi prioritas utama, bahkan mengorbankan pengeluaran lain seperti gawai atau kendaraan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait