Kemendikdasmen Soal War Bimbel: Sinyal Evaluasi, Tak Otomatis Sekolah Gagal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemendikdasmen menyatakan maraknya kursus bimbel di Kota Pelajar bukan sinyal otomatis bahwa sekolah gagal. Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan fenomena ini lebih tepat sebagai indikator yang perlu diperiksa kembali kualitas pembelajaran di sekolah. Ia menekankan sekolah harus menelaah apakah murid memperoleh pembelajaran yang aktif, sesuai tahap perkembangan, dan mendapatkan umpan balik dari asesmen. Evaluasi kualitas sekolah juga haru mencakup capaian literasi dan numerasi, perkembangan kompetensi, kesenjangan antargrupp, kehadiran, kesejahteraan murid, kualitas interaksi guru-murid, serta suara orang tua. Kemendikdasmen menegaskan sekolah dan bimbel memiliki fungsi berbeda: sekolah menyelenggarakan pendidikan formal utuh, sedangkan bimbel memberikan layanan tambahan spesifik. Murid seharusnya dapat mencapai kompetensi melalui pembelajaran di sekolah tanpa bergantung pada bimbel berbayar sebagai kewajiban.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 10.40
Kemendikdasmen Luncurkan Program STEM Nasional di PAUD Kalirejo Kudus
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 07.39
Rahasia Sukses Bimbel Exist yang Bikin Orang Tua Rela Antre dari Subuh
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 07.19
Antre Subuh Demi Bimbel, Orang Tua Mulai Tak Percaya Sekolah?
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 06.39
Bimbel di Yogyakarta Diserbu, Dampak Tes Akademik Jadi Sorotan
Berita terkait
Cerita Pengelola Bimbel di Yogya Buka 4 Cabang: Minat Tinggi demi Sekolah Impian
kumparan · 3 September 2026 pukul 13.44
Orang Tua dan Bimbel: Persiapan War Masuk Sekolah-Kampus, Rogoh Jutaan Rupiah
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.39
Fenomena Sekolah Anak Jadi 'Gengsi' Ortu di Yogya, Bukan Gawai atau Kendaraan
kumparan · 3 September 2026 pukul 12.11
Disdikpora DIY: War Kursi Bimbel SMA Favorit Bukan Berarti Ada Ketimpangan
kumparan · 3 September 2026 pukul 10.19