Filep Wamafma Singgung Dampak Hukum Jika PI 10 Persen Tak Direalisasikan Bagi Papua Barat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Senator DPD dari Papua Barat, Dr. Filep Wamafma, menyerukan agar pemerintah pusat, BP Tangguh, dan SKK Migas segera memberikan kepastian hukum dan transparansi terkait realisasi Participating Interest (PI) 10 persen di wilayah kerja tangguh. Menurutnya, PI 10 persen merupakan hak daerah yang memiliki dampak ekonomi, hukum, dan fiskal. Jika tidak direalisasikan, hal ini harus dijelaskan secara terbuka berdasarkan peraturan perundang-undangan, kontrak, dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Filep menekankan bahwa kegagalan tanpa alasan yang dapat dibenarkan seharusnya dilengkapi dengan mekanisme koreksi, pengawasan, dan pertanggungjawaban.
Filep membandingkan situasi Papua Barat dengan Kalimantan Timur, yang telah berhasil mengoptimalkan hak PI 10 persen melalui BUMD. PT. Migas Mandiri Pratama Kalimantan Timur, misalnya, telah memberikan kontribusi sebesar Rp679,295 miliar kepada PAD sejak menerima penyertaan modal pemerintah sebesar Rp160 miliar. Di Kabupaten Kutai Kartanegara, dividen dari PI 10 persen Blok Mahakam dan Sanga-Sanga diproyeksikan mencapai Rp45 miliar pada 2026, naik dari Rp33 miliar pada 2024 dan Rp25 miliar pada 2023.
Dengan demikian, Filep menegaskan pentingnya kepastian hukum untuk melindungi semua pihak terkait dan mencegah kerugian. Ia meminta agar proses realisasi PI 10 persen di Papua Barat dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang ada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 21.02
Filep Wamafma Singgung Dampak Hukum jika PI 10 Persen Tak Direalisasikan bagi Papua Barat
VOI · 9 September 2026 pukul 19.38
Senator Filep Wamafma Singgung Dampak Hukum Jika PI 10 Persen Tak Direalisasikan bagi Papua Barat
Berita terkait
Anggota DPD RI Filep Minta Masyarakat Adat Dilibatkan Dalam Pembahasan PI Tangguh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 16.08
Filep Wamafma: Perlu Mengaudit SKK Migas dan BP Tangguh Soal Participating Interest 10 Persen
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 19.06
Medco Bidik First Gas Sambar Kuartal IV-2026, Target 85 MMscfd
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 15.30
BPJamsostek bayarkan klaim Rp119,2 miliar untuk peserta di Papua Barat
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 15.29