Garuda Institute Puji Langkah Imigrasi Lindungi WNI dari TPPO
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Garuda Institute melalui Sekretaris Eksekutifnya, Alexander Waas, mengapresiasi kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi selama periode Januari hingga Juli 2026. Apresiasi tersebut menyusul capaian penerbitan sebanyak 2,28 juta paspor serta penolakan terhadap 9.394 permohonan paspor yang terindikasi berpotensi disalahgunakan. Menurut Alexander, angka penolakan itu menunjukkan fungsi keimigrasian berjalan substantif, yakni tidak hanya melayani administrasi tetapi juga mencegah tindak pidana.
Langkah Ditjen Imigrasi dinilai penting untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) dari risiko perdagangan orang (TPPO), penyelundupan manusia (TPPM), dan keberangkatan pekerja migran non-prosedural. Alexander menegaskan pendekatan ini membuktikan imigrasi tidak sekadar mengejar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Proses penerbitan paspor menjadi pintu awal negara mengidentifikasi warga berisiko agar tidak menjadi korban eksploitasi atau persoalan hukum di luar negeri. Penolakan permohonan paspor merupakan upaya preventif sebelum keberangkatan. Pernyataan disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis (13/8/2026).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 18.16
Perkuat Keseragaman Layanan Paspor, Imigrasi Jatim Sosialisasikan Permenimipas Nomor 11 Tahun 2026
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.30
Pendapatan Imigrasi Tembus Rp 6,5 T, Layanan Visa Terbesar
Berita terkait
Imigrasi Tunda 8.287 Keberangkatan WNI Berisiko Sepanjang 2026
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.28
Imigrasi Tunda 8.287 Keberangkatan WNI Terindikasi TPPO Sepanjang 2026
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 16.18
Arda Ernisa Mantap Pilih WNI, Kakanwil Milawati Minta taat Aturan Keimigrasian
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 18.48
Polda Metro Pulangkan 3 WNI Korban TPPO dari Libya, 2 Tersangka Ditahan
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 01.47