Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Siap Hadapi Invasi Darat AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengisyaratkan peralihan strategi dari defensif ke ofensif menyusul berakhirnya Nota Kesepahaman (MoU) gencatan senjata dengan Amerika Serikat pada hari Senin. Brigadir Jenderal Yadollah Javani menegaskan kesiapan pasukannya untuk melakukan tindakan apa pun, termasuk memberikan "kejutan strategis", guna mempertahankan negara di tengah meningkatnya ketegangan terkait kendali Selat Hormuz.
Sebagai bentuk pencegahan, juru bicara IRGC Hossein Mohebbi menyebut infrastruktur energi, listrik, dan internet milik AS serta sekutu regional sebagai target potensial jika infrastruktur sipil Iran diserang. Selain itu, muncul wacana serangan darat terhadap kepentingan AS di Bahrain dan Kuwait. Strategi ofensif ini diperkuat oleh Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei melalui penunjukan tokoh-tokoh senior IRGC, termasuk Mayor Jenderal Ahmad Vahidi, untuk memastikan pencegahan maksimal terhadap musuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.09
Iran Ancam Lancarkan Serangan di Selat Hormuz Jika Negosiasi AS Gagal!
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.35
Komandan Angkatan Darat Iran Tegaskan AS tidak Berhak Memasuki Teluk Persia
Berita terkait
Iran dan AS Saling Lempar Ancaman
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.47
Rudal Jelajah Iran Hantam Kapal AS, 8 Marinir Terluka
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.42
Jika AS Lancarkan Invasi Lagi, Iran Siapkan 5 Taktik Serangan Tak Terduga
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 03.30
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51