Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan berhasil memaksa Iran memberikan konsesi tambahan dalam perundingan, menilai tekanan AS sudah melebihi batas kemampuan mereka. Ghalibaf meminta Washington berhenti mengharapkan solusi instan atas masalah yang menurutnya diciptakan sendiri oleh pihak AS. Ketegangan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang disepakati pada 18 Juni tidak lagi berlaku, diikuti serangan militer AS melalui CENTCOM yang mengincar Iran. Iran merespons dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah dan menutup Selat Hormuz, sekaligus menuduh AS melanggar kesepakatan secara sepihak.

Situasi di Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan global dan distribusi energi, kini semakin genting. Insiden serangan drone terhadap kantor Perdana Menteri Kurdistan Irak juga dilaporkan, yang diduga berasal dari Iran, menambah kompleksitas konflik. Usut dan utusan AS seperti Jared Kushner sempat berkomunikasi intens dengan Iran dalam upaya mencapai perjanjian baru, namun eskalasi militer terus berlanjut. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Trump untuk mengutamakan diplomasi, termasuk membahas stabilitas Gaza, namun langkah militer AS kemarin menandakan ketegangan belum mereda. Dampaknya bagi pasokan energi global dan stabilitas ekonomi internasional semakin khawatir.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait