Iran Ancam Lancarkan Serangan di Selat Hormuz Jika Negosiasi AS Gagal!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengubah kebijakan militer dari defensif menjadi ofensif menyusul kegagalan negosiasi penghentian perang dengan Amerika Serikat. Ketegangan meningkat setelah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani 17 Juni gagal mencapai kesepakatan akhir akibat perselisihan kendali atas Selat Hormuz. Iran mengancam akan meluncurkan serangan militer akurat untuk mematahkan blokade angkatan laut AS jika diplomasi tetap buntu.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pakta tersebut telah berakhir dan menegaskan komitmen untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Trump bahkan mengklaim akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran. Saat ini, Teheran menetapkan tenggat waktu beberapa minggu bagi AS untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian sebagai prasyarat negosiasi lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.57
Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Siap Hadapi Invasi Darat AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 90, Iran dan AS Saling Ancam
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
Berita terkait
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Iran Tegaskan Belum Mau Lanjut Negosiasi dengan AS, Gencatan Senjata 60 Hari Tak Ada
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 18.30
Iran Tegaskan Belum Putuskan Lanjut Berunding dengan AS
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 17.02