Iran Ancam Lancarkan Serangan di Selat Hormuz Jika Negosiasi AS Gagal!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran mengubah kebijakan militer dari defensif menjadi ofensif menyusul kegagalan negosiasi penghentian perang dengan Amerika Serikat. Ketegangan meningkat setelah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani 17 Juni gagal mencapai kesepakatan akhir akibat perselisihan kendali atas Selat Hormuz. Iran mengancam akan meluncurkan serangan militer akurat untuk mematahkan blokade angkatan laut AS jika diplomasi tetap buntu.
Presiden AS Donald Trump menyatakan pakta tersebut telah berakhir dan menegaskan komitmen untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Trump bahkan mengklaim akan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran. Saat ini, Teheran menetapkan tenggat waktu beberapa minggu bagi AS untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian sebagai prasyarat negosiasi lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.57
Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Siap Hadapi Invasi Darat AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Berita terkait
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Perlawanan Terhadap Agresor
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 19.31
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Tawaran Selat Hormuz
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.12
Rudal Jelajah Iran Hantam Kapal AS, 8 Marinir Terluka
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.42
Trump Tolak Proposal Akhiri Perang, Ini Respons Iran
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.59