Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gerak Cepat, Satgas Pangan Dalami Dugaan Pengoplosan Beras Fortifikasi

Tim Satgas Pangan, bersama pemerintah dan penegak hukum, mengintensifkan penyelidikan terhadap dugaan manipulasi beras fortifikasi pada 6 Agustus 2026. Brigjen Pol Hermawan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan bahwa label produk tidak sesuai dengan hasil laboratorium, sehingga koordinasi dengan satgas daerah dilakukan untuk memantau toko dan ritel. Penyelidikan difokuskan pada wilayah strategis seperti Jawa Barat, terutama Bandung, untuk mencegah peredaran beras bermasalah. Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono dari Polda Jawa Barat mengungkapkan bahwa beberapa pihak telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih berlangsung, dengan dukungan dari Kementerian Pertanian, Bapanas, dan Forkopimda. Beras fortifikasi bertujuan meningkatkan gizi masyarakat melalui penambahan vitamin dan mineral; manipulasi tidak hanya merugikan secara ekonomi tetapi juga menghilangkan manfaat kesehatan. Jika ditemukan unsur pidana, penegak hukum akan menindak sesuai hukum. Ke depannya, pengawasan akan diperkuat di seluruh rantai distribusi hingga ritel untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan manfaat gizi diterima konsumen.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait