Cek! Mentan Amran Buka-bukaan Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pemerintah menemukan 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diperiksa tidak memenuhi kadar fortifikasi sesuai label. Pengujian dilakukan melalui empat laboratorium kredibel dan menunjukkan kandungan zat gizi, vitamin, atau mineral tidak sesuai dengan klaim produk. Beras fortifikasi ditujukan untuk meningkatkan kandungan gizi masyarakat, namun banyak produk di pasaran tidak memenuhi standar tersebut.
Selain kandungan gizi, Amran juga menyoroti harga beras fortifikasi yang dianggap tidak wajar. Di pasaran, harga produk bervariasi dari Rp25.000 hingga Rp57.000 per kilogram, sementara pemerintah memperkirakan harga seharusnya di kisaran Rp13.500 per kilogram. Selisih harga rata-rata mencapai Rp22.000 per kilogram, berpotensi menyebabkan konsumen membayar lebih mahal untuk produk yang kandungan gizinya diduga tidak sesuai.
Atas temuan ini, Kementerian Pertanian menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap produsen dan distributor yang terbukti tidak memenuhi syarat. Langkah yang akan dilakukan meliputi penarikan produk, pencabutan izin, dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 11.22
Dugaan Beras Fortifikasi, Polri Diminta Turun Tangan
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 10.47
Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Produsen Beras Fortifikasi Palsu Temuan Kementan
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 08.32
Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, Bakom Soroti Kerugian Konsumen
Detik.com · 16 September 2026 pukul 06.30
Daftar Lengkap Beras Fortifikasi Abal-abal
Berita terkait
Cek! Mentan Amran Buka-bukaan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.35
Gerak Cepat, Satgas Pangan Dalami Dugaan Pengoplosan Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.24
Mentan Ungkap Modus Penyimpangan Beras Fortifikasi
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 18.30
Mentan Amran: 80 persen temuan beras fortifikasi tak sesuai standar
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 15.21