Gubernur DKI Ikuti Sensus Ekonomi, Dorong Warga Terbuka pada Petugas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat terbuka terhadap petugas BPS dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Ia menegaskan data yang dikumpulkan bersifat rahasia dan tidak terkait perpajakan, gunakan untuk menilai kondisi perekonomian Jakarta secara utuh. SE2026 mencakup jenis kegiatan usaha, produk, skala, tenaga kerja, dan teknologi hingga usaha rumahan yang belum tercatat. Hasil sensus menjadi referensi pemerintah dalam menyusun kebijakan. BPS melakukan pendataan ke berbagai lokasi seperti mal, pasar, rumah, hingga apartemen. Sekretaris BPS RI Zulkipli menyatakan pendataan berjalan lancar dengan pre-list 111 persen, sementara masih ada unit usaha yang belum ditemukan. Pendataan berlangsung hingga 15 September 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 16.00
Bos BPS soal Sensus Ekonomi: Data Kami Jaga, Tak Ada Kaitannya dengan Pajak
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.10
BPS Bikin Tim Kaji Ulang Penentuan Desil, Target Kelar Tahun Ini
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 18.03
BPS Targetkan Pendataan Sensus Ekonomi Jakarta Rampung 15 September
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 18.02
Pramono Minta Warga Jakarta Terbuka saat Sensus Ekonomi 2026
Berita terkait
Rumah Dinas Didatangi Petugas Sensus Ekonomi, Ketua MPR Muzani Tekankan Pentingnya Data dan Angka
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 20.46
BPS Lakukan Sensus Ekonomi di Kediaman Ketua MPR Ahmad Muzani
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 18.05
Purbaya Gelontorkan Rp 7 Triliun untuk Benahi Data Desil DTSEN
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.40
Sensus Ekonomi 2026: Partisipasi Lebih Luas, Keputusan Lebih Tepat
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.51