Guncangan Baru Dunia, Negara Ini Larang Ekspor Tembaga-Kobalt
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Republik Demokratik Kongo (RDC), produsen kobalt terbesar di dunia dan pemasok tembaga terbesar kedua secara global, melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt untuk mendorong pengolahan mineral di dalam negeri. Kebijaran ini tertuang dalam peraturan pemerintah yang ditandatangani tiga menteri pada 29 Juni 2026 dan langsung berlaku. Larangan ini diperkirakan berdampak signifikan pada rantai pasok global, terutama industri kendaraan listrik dan baterai yang bergantung pada pasokan kedua logam ini.
Sebagai bagian dari strategi hilirisasi, pemerintah juga memperkenalkan rezim pajak baru untuk produk sampingan pertambangan. Namun, Menteri Pertambangan tetap dapat memberikan izin ekspor sementara selama satu tahun jika dianggap strategis. Aturan pajak baru akan mengalami masa transisi selama tiga bulan, waktu yang digunakan perusahaan untuk melaporkan ekspor sebelum kebijaran diterapkan penuh.
Beberapa perusahaan tambang besar yang beroperasi di RDC termasuk CMOC, Glencore, Huayou Cobalt, Zijin Mining, Ivanhoe Mines, dan Eurasian Resources Group. Kebijarangan ini menandakan langkah agresif pemerintah Kongo untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineralnya dan memperkuat kontrol nasional atas ekspornya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.02
Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Pemerintah Haramkan Ekspor Mentah Bauksit-Tembaga
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.45
Larangan Ekspor Tembaga & Bauksit Mentah Tetap Berlaku!
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.30
Luhut Cerita Dulu RI Ditertawakan soal Nikel, Kini Dunia Datang Investasi
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 18.16
Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir
Berita terkait
Genjot Hilirasasi, Negara Ini Setop Ekspor Konsentrat Tembaga dan Kobalt
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.15
RI Kalahkan China Soal Olahan Nikel, Ini Bukti Terbarunya
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 08.20
Kinerja Satgas Hilirisasi Berhasil Bikin RI Menguasai 41% Industri Nikel Olahan Dunia
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 16.10
Perkuat Hilirisasi, RAI Dorong Kapasitas Pengolahan Tembus 2 Juta Kelapa Per Hari
JawaPos · 18 September 2026 pukul 10.45