Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Guncangan Baru Dunia, Negara Ini Larang Ekspor Tembaga-Kobalt

Republik Demokratik Kongo (RDC), produsen kobalt terbesar di dunia dan pemasok tembaga terbesar kedua secara global, melarang ekspor konsentrat tembaga dan kobalt untuk mendorong pengolahan mineral di dalam negeri. Kebijaran ini tertuang dalam peraturan pemerintah yang ditandatangani tiga menteri pada 29 Juni 2026 dan langsung berlaku. Larangan ini diperkirakan berdampak signifikan pada rantai pasok global, terutama industri kendaraan listrik dan baterai yang bergantung pada pasokan kedua logam ini.

Sebagai bagian dari strategi hilirisasi, pemerintah juga memperkenalkan rezim pajak baru untuk produk sampingan pertambangan. Namun, Menteri Pertambangan tetap dapat memberikan izin ekspor sementara selama satu tahun jika dianggap strategis. Aturan pajak baru akan mengalami masa transisi selama tiga bulan, waktu yang digunakan perusahaan untuk melaporkan ekspor sebelum kebijaran diterapkan penuh.

Beberapa perusahaan tambang besar yang beroperasi di RDC termasuk CMOC, Glencore, Huayou Cobalt, Zijin Mining, Ivanhoe Mines, dan Eurasian Resources Group. Kebijarangan ini menandakan langkah agresif pemerintah Kongo untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya mineralnya dan memperkuat kontrol nasional atas ekspornya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait