Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Gus Hans Minta AHWA Objektif Pilih Calon Ketum PBNU

Gus Hans, Wakil Rektor Unipdu Jombang, meminta kepada para kiai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) agar memilih calon Ketua Umum PBNU secara objektif dan tanpa intervensi. Pesan ini disampaikan setelah Muktamar ke-35 NU menyetujui perubahan mekanisme pemilihan ketum melalui pemungutan suara. Dari 552 muktamirin, 401 suara mendukung perubahan mekanisme, sementara 150 suara ingin mekanisme lama dipertahankan, dan satu suara abstain.

Gus Hans menekankan bahwa mekanisme baru harus diiringi dengan sikap objektif para kiai AHWA. Ia menyarankan para kiai mempertimbangkan rekam jejak calon, termasuk siapa yang menjadi sumber persoalan dan siapa yang mampu menyelesaikannya. Menurutnya, perubahan sistem tidak otomatis menghilangkan risiko politik uap atau intimidasi, namun hal ini masih berupa dugaan.

Gus Hans juga membuka kemungkinan bahwa perubahan mekanisme merupakan hasil pengondisian dari pihak tertentu yang merasa memiliki peluang menang. Namun, ia menolak menyebut hal ini sebagai manipulasi, melainkan lebih tepatnya sebagai 'pengondisian'. Ia menegaskan bahwa semua kandidat masih memiliki peluang yang sama dan belum ada yang bisa mengklaim diri sebagai favorit.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait