Harga Batu Bara Sampai Tembus US$150/Ton, Pengusaha RI Bilang Begini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga batu bara mencapai US$150 per ton, didorong oleh gangguan logistik akibat penurunan muka air di sungai-sungai Kalimantan. Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menjelaskan kenaikan harga tidak hanya disebabkan oleh kondisi logistik lokal, tetapi juga dinamika permintaan dan pasokan di pasar global. Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menekankan bahwa faktor logistik Indonesia berkontribi pada sentimen pasar, namun bukan satu-satunya penentu kenaikan harga tersebut.
Kondisi sungai yang semakin dangkal di Kalimantan menyulitkan operasional kapal tongkang, sehingga kapasitas pengangkutan batu bara berkurang. Akibatnya, stok batu bara cenderung menumpuk di area tambang dan pelabuhan. Gita menambahkan bahwa di beberapa wilayah, draft kapal tongkang terbatas, sehingga muatan tidak dapat dimaksimalkan dalam setiap perjalanan.
APBI menegaskan bahwa gangguan logistik ini merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan harga batu bara secara global, bersama dengan faktor permintaan dan pasokan internasional yang dinamis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 21.00
Kalimantan Mengering, Risiko Bisnis Batu Bara Mulai Menghantui Industri Energi
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 12.57
Bea Cukai Buka Peluang Produk Kalimantan ke Pasar Global Lewat Asistensi Ekspor
kumparan · 3 September 2026 pukul 18.09
Sungai Mahakam Kering Jadi Perhatian Khusus Kementerian PU
Berita terkait
Kapal Tongkang Tak Bisa Berlayar, Stok Batu Bara RI Numpuk!
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 20.25
Sungai Kapuas Mengering, Aktivitas Angkut Batu Bara Mulai Terdampak
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.05
Sungai di Kaltim Surut Imbas El Nino, Pasokan Batu Bara RI Terganggu
kumparan · 2 September 2026 pukul 14.51
KAI Logistik Kelola 1,9 Juta Ton Barang, Angkutan Peti Kemas Paling Moncer
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.50