Harga Minyak Dunia Menggila, Singapura Kucurkan Rp 9,8 T untuk Ringankan Beban Warga
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Singapura mengumumkan alokasi dana tambahan sebesar 900 juta dolar Singapura (sekitar Rp9,8 triliun) untuk membantu rumah tangga dan masyarakat menghadapi dampak harga minyak dunia yang melonjak tajam. Bantuan tersebut disalurkan melalui voucher senilai 300 dolar Singapura (Rp4,2 juta) per rumah tangga serta diskon tagihan layanan komunal mulai Oktober 2026 hingga Januari 2027. Usaha kecil dan menengah yang mempekerjakan warga lokal juga mendapat bantuan antara 500 hingga 1.200 dolar Singapura (Rp7-16 juta).
Sebelumnya, pada April lalu, Singapura sudah mengucurkan 778 juta dolar AS (Rp14 triliun) untuk mendukung masyarakat dan dunia usaha di tengah kenaikan harga. Pemerintah Singapura memperkirakan harga energi global masih akan tetap tinggi, sehingga harga bensin, diesel, listrik, dan produk retail diperkirakan belum akan turun. Lonjakan harga minyak dipicu eskalasi konflik di Iran yang mengganggu pasokan melalui Selat Hormuz, jalur kunci untuk seperlima ekspor minyak global. Meski penghentian total ekspor dicegah, pasar dunia masih sangat tidak stabil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 13.43
Singapura Tebar Voucher Belanja Rp4 Juta ke Warga Imbas Energi Mahal
CNBC Indonesia · 28 Juli 2026 pukul 17.40
Ada Jasa Properti China di Balik Harga Minyak Tak Benar-Benar Gila
Berita terkait
Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.40
Harga Minyak Dunia Turun Didorong Pulihnya Pasokan Arab Saudi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 10.07
Harga Minyak Bertahan di Atas US$100, Pasar Dibayangi Lonjakan Stok AS
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 08.51
IEA Prediksi Pasokan Minyak Dunia Merosot 5,7 Juta Barel
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 19.15