Harga Minyak Bertahan di Atas US$100, Pasar Dibayangi Lonjakan Stok AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah Brent turun 0,9% menjadi US$107,82 dan WTI menjadi US$104,86 per barel pada Rabu (16/9/2026). Penurunan ini dipicu oleh data American Petroleum Institute (API) yang menunjukkan lonjakan stok minyak mentah AS sebesar 7,1 juta barel, jauh melampaui ekspektasi analis yang memprediksi penurunan 1,6 juta barel.
Kondisi pasar tetap tegang akibat gangguan pasokan global, terutama serangan terhadap East-West Pipeline Arab Saudi yang menghentikan pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu. Pipa strategis berkapasitas 4-5% pasokan global ini diperkirakan membutuhkan waktu perbaikan mulai dari beberapa hari hingga enam pekan. Selain itu, pasokan minyak Saudi pada Agustus mencapai level terendah dalam tiga dekade, ditambah penghentian operasi di tiga ladang minyak Libya akibat protes lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 10.12
AS Klaim Jaringan Pipa Minyak Arab Saudi akan Beroperasi Lagi dalam Hitungan Hari
kumparan · 16 September 2026 pukul 08.09
Ekspor Saudi Terganggu, Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertinggi Sejak Mei
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 07.53
Harga Minyak Hari Ini Melesat 4,4% Setelah Arab Saudi Membatalkan Pengiriman
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.31
Pipa Minyak Arab Saudi Dibom, Begini Dampaknya Bagi Dunia
Berita terkait
Harga Minyak Mendidih, Tembus US$ 106 per Barel
Detik.com · 15 September 2026 pukul 08.30
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 105 Usai Arab Saudi Tutup Jalur Pipa
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 07.40
Purbaya Akui Kelola APBN Kini Makin Berat: Harga Minyak Tinggi Sekali
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.20
Harga Minyak Dunia Tembus US$107 usai Arab Saudi Diserang Houthi
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 11.14