Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Turun saat Pasar Menanti Sanksi Terberat AS terhadap Iran

Harga minyak turun pada Senin, 24 Agustus, saat pasar menunggu pengumuman paket sanksi baru AS terhadap Iran yang dijelaskan sebagai kampanye paling keras dalam sejarah. Harga minyak WTI turun 1,62 persen menjadi 85,65 dolar AS per barel, sementara minyak Brent melemah 1,38 persen menjadi 93,09 dolar AS per barel. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan sanksi baru yang bertujuan meruntuhkan Republik Islam Iran. Presiden Donald Trump juga mendesak sekutu AS memotong hubungan ekonomi dengan Teheran dan mengancam sanksi berat terhadap negara yang membantu Iran menghindari sanksi. Iran menolak tekanan ini, dengan Korps Garda Revolusi Islam menyatakan bahwa Teheran memiliki cara untuk melawan dampak sanksi dan tetap menjalin hubungan ekonomi dengan negara lain.

Commonwealth Bank of Australia (CBA) memproyeksikan harga minyak Brent akan berada di kisaran 70 hingga 100 dolar AS per barel pada paruh kedua 2026. CBA menambahkan bahwa keberhasilan sanksi AS dalam mengisolasi Iran secara ekonomi masih belum pasti, namun jika kebijakan ini berjalan sesuai rencana, kemampuan Iran untuk meningkatkan kekerasan menjadi risiko yang perlu diperhitungkan pasar energi. Pasar juga memantau pemulihan aliran minyak melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan penting dunia. CBA memperkirakan bahwa pemulihan aliran minyak hingga 50 hingga 60 persen dari volume sebelum konflik sudah cukup untuk menciptakan ekspektasi kelebihan pasokan di pasar global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait