Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran memperingatkan negara mana pun yang ikut dalam perang ekonomi AS terhadap Iran akan dianggap sebagai musuh. Peringatan ini disampaikan oleh Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, saat Washington mendorong sekutu untuk mengisolasi perekonomian Teheran. Rezai menyatakan Iran siap menyerang perusahaan ekonomi AS jika sanksi diterapkan, dan mengancam konfrontasi besar jika Trump mengambil tindakan lebih lanjut. Di samping tekanan ekonomi, operasi militer AS terus berlangsung hingga bulan keenam. UAE menangguhkan transaksi dengan Iran, sementara Tiongkok menolak inisiatif sanksi AS. Presiden Brasil Lula mengusulkan pertemuan darurat PBB untuk menghentikan konflik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 13.32
Iran Sebut Perang Ekonomi AS Resep Kembali ke Kolonialisme
ANTARA News · 22 Agustus 2026 pukul 12.26
Iran sebut sanksi ekonomi baru AS pasti gagal
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 17.30
Presiden Iran Klaim Dunia Kagum dengan Perlawanan Teheran Kalahkan Melawan AS, Ini 4 Alasannya
Berita terkait
Iran Hadapi Tekanan AS, Pezeshkian Klaim Rakyat Tetap Solid
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 18.45
Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 15.15
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Dampak Ancaman Perang Ekonomi Donald Trump Terhadap Mitra Dagang Iran
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.56