Hari Damai Aceh Ricuh, Kapolri Pastikan Situasi Terkendali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326233/original/088088900_1786968240-IMG_7794.jpg)
Kericuhan terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh pada 15 Agustus 2026, dipicu oleh pengibaran bendera Bulan Bintang yang dihalau aparat gabungan TNI-Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi sudah terkendali setelah langkah-langkah meredakan diambil. Sementara itu, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan tidak ada penambahan personel TNI karena Aceh kondusif, dan TNI AD mendukung tugas polisi. Massa yang mobilisasi dari berbagai daerah sejak beberapa hari sebelumnya, sempat diperiksa terkait atribut bendera. Ketegangan memuncak menjadi bentrokan dengan letusan senjata, pelemparan batu, dan aksi saling kejar di sekitar Masjid Raya Baiturrahman dan titik lain seperti Pendopo Gubernur. Beberapa warga mengusir personel TNI dan polisi dari masjid. Saat ini, pihak berwenang fokus pada penegakan hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.30
KSP Dudung Buka Suara soal Insiden Ricuh di Aceh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 05.29
Saat Bendera Merah Putih Kembali Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman Aceh
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 01.00
21 Tahun Damai Aceh Ternoda Kericuhan, JK Singgung Ada Pihak yang Tidak Senang
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.44
Aceh Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri
Berita terkait
Prajurit TNI Turunkan Bendera Bulan Bintang usai Peristiwa Kericuhan di Masjid Raya Baiturrahman
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 19.46
Ricuh Hari Damai Aceh, Anggota TNI-Polri Sempat Dikejar dan Diusir Massa
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.22
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pasca Ricuh di Hari Damai
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05
Kapolri Tegaskan Situasi Aceh Sudah Kondusif Pascaricuh di Hari Damai
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 18.05