Indonesia Dorong Tata Kelola Perdagangan Lebih Adil di KTT BRICS India
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia mendorong pembentukan tata kelola perdagangan global yang lebih adil dan inklusif melalui partisipasi aktif dalam KTT BRICS ke-18 di New Delhi, India. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, negara berkembang harus terlibat langsung dalam proses negosiasi agar tidak hanya menjadi penerima aturan yang ditetapkan negara lain. KTT BRICS 2026 yang diketuai India mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability". Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto didampingi Airlangga menekankan pentingnya kerja sama keuangan, pengembangan mekanisme Local Currency Settlement (LCS), pembangunan rantai pasok global yang tangguh, dan penguatan sistem perdagangan terbuka berbasis aturan. Agenda ekonomi BRICS dinilai strategis sebagai respons terhadap dinamika perubahan lanskap ekonomi dan perdagangan dunia yang sedang berlangsung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 13 September 2026 pukul 12.25
Airlangga: Negara Berkembang Harus Ikut Tentukan Aturan Ekonomi Global
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 10.48
Prabowo hadiri KTT BRICS sebagai anggota penuh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 19.41
BRICS Tolak Penerapan Sanksi Sepihak
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 12.50
Prabowo Dorong BRICS Lawan Dominasi Ekonomi Global
Berita terkait
Suarakan 4 Poin Utama di India, Ini Sikap Tegas RI di BRICS
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 14.35
Mendag ajak BRICS perkuat kolaborasi hadapi ketidakpastian global
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.41
Mendag dorong perdagangan berbasis aturan untuk UMKM di BRICS
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.05
Prabowo di BRICS: Indonesia Tak Ingin Didikte Kekuatan Mana pun
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 14.24