Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Indonesia Gandeng Jerman Perkuat Riset untuk Transisi Energi

Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama dalam mendukung transisi energi melalui kegiatan tingkat tinggi di IPB University, Bogor, pada Selasa (18/8). Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, akademisi, lembaga riset, mitra pembangunan, dan sektor swasta untuk membahas peran teknologi, riset, dan investasi dalam mendorong transisi energi Indonesia. Rektor IPB University Alim Setiawan Slamet menekankan peran perguruan tinggi dalam mendukung transisi energi melalui riset dan inovasi, termasuk pengembangan sistem agrivoltaik yang menggabungkan energi terbarukan dengan pertanian.

Salah satu bentuk kerja sama yang diperkenalkan adalah fasilitas gudang pendingin (cold storage) bertenaga surya di IPB University. Fasilitas ini menggunakan energi surya untuk proses pendinginan dan penyimpanan produk pangan, serta natural refrigerant dan teknologi hemat energi untuk mengurangi dampak lingkungan. Sebagai proyek percontohan, fasilitas ini menjadi ruang uji coba teknologi di kondisi nyata di Indonesia, dengan dukungan dari Kementerian Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) serta Kementerian ESDM melalui GIZ Indonesia and ASEAN Energy Programme.

Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan, menyatakan teknologi Jerman berkontribusi dalam pengembangan proyek tersebut dan menyambut baik rencana Indonesia mengembangkan tenaga surya sebesar 100 gigawatt. Kedua negara menghadapi tantangan serupa dalam transisi energi, termasuk ketergantungan pada energi fosil dan kebutuhan mempercepat pengembangan jaringan energi. Kerja sama ini diharapkan menjadi pertemuan yang bersifat win-win, dengan pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengembangan jaringan perusahaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait