Inflasi 3,19%, Tito Minta Pemda Atensi Kenaikan Harga Komoditas Pangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Inflasi Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 3,19 persen secara year-on-year (YoY) dan naik 0,21 persen secara month-to-month dibandingkan Juli 2026. Kenaikan ini dipengaruhi kuat oleh sektor makanan dan minuman, termasuk komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, dan beras. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan hal ini saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, pada Senin (7/9). Tito meminta pemerintah daerah untuk memantau dan memberikan intervensi pada komoditas pangan yang mengalami tekanan harga, seperti melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pasar murah. Ia juga menyoroti risiko penurunan produksi akibat kemarau panjang dan kebakaran hutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 7 September 2026 pukul 17.42
Inflasi Indonesia 3,19 Persen, Mendagri Minta Pemda Atensi Harga Komoditas
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 16.39
KSPI Hitung Upah Minimum 2027 Bisa Naik 7,5-8,5%, Masih Tunggu Data BPS
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 16.08
Beras Fortifikasi Bertebaran, Bikin Beras Medium-Premium Langka?
Detik.com · 6 September 2026 pukul 06.00
Bulog Guyur 110.000 Ton Beras ke Ritel Modern Imbas Stok Langka
Berita terkait
Inflasi Tahunan RI Tembus 3,19%, Pangan dan Rokok Jadi Biang Kerok
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 12.20
Inflasi Riau Tembus 3,27 Persen pada Agustus 2026, Harga Ayam Jadi Pemicu
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 10.57
Inflasi Inti Bergerak ke 2,92%: Terkerek Harga Emas, Laptop-Oli Mesin
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.10
Inflasi Agustus 2026 Capai 3,19 Persen, Harga Daging Ayam Jadi Penyumbang Utama
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 12.46