Inflasi Mengintai Seusai Anggaran Subsidi LPG 3 Kilogram Dipangkas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah dan DPR sepakati pemangkasan subsidi energi dalam APBN 2027, mengurangi alokasi dari Rp272,94 triliun menjadi Rp261,50 triliun. Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyoroti bahwa pengurangan kuota LPG 3 kilogram perlu didahului pembenahan distribusi dan ketepatan sasaran agar tidak mempengaruhi masyarakat yang berhak menerima subsidi. Tanpa perbaikan distribusi, pemotongan kuota berisiko menyebabkan antrean, kenaikan harga eceran, hingga kelangkaan LPG di tingkat konsumen. Kelompok rentan yang terdampak meliputi rumah tangga berpendapatan rendah, warung, UMKM makanan, dan pelaku usaha lain yang bergantung pada LPG 3 kilogram. Selain itu, pembatasan solar bersubsidi juga berpotensi meningkatkan biaya angkutan dan harga kebutuhan pokok di daerah yang bergantung pada bahan bakar tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.30
Banggar Tantang Pemerintah Jaga Rupiah di Rp17.500
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 17.05
APBN 2027: Subsidi BBM dan LPG 3 Kg Dipangkas Jadi Rp 131,4 Triliun
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 15.02
Sah! Subsidi BBM dan LPG Resmi Dipangkas Jadi Rp261,5 T di APBN 2027
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 11.58
Rapat Paripurna DPR setujui RUU APBN 2027 disahkan jadi Undang-Undang
Berita terkait
Ekonom: Inflasi Bisa Terjaga jika Pemerintah tak Naikkan Harga BBM Subsidi
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.10
Purbaya Ungkap Situasi Global Masih Mengerikan, RI Harus Bersiap
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 13.06
Rupiah Melemah ke Rp17.772, Subsidi Energi Jadi Ancaman Baru bagi Fiskal
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.30
Pemerintah Mau Turunkan Subsidi BBM, Purbaya Ungkap Alasannya
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.15