Inovasi Waste-to-Fuel, Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif Pendamping Batu Bara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Asiana Technologies memperkenalkan inovasi pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif dalam pameran Indo Waste & Recycling 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Teknologi berkonsep waste-to-fuel ini mengonversi sampah perkotaan maupun limbah dari tempat pemrosesan akhir menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
CEO sekaligus inventor Asiana Technologies, Poltak Sitinjak, menjelaskan RDF yang dihasilkan memiliki nilai kalor lebih dari 3.500 kilokalori per kilogram. Bahan bakar olahan sampah ini diproyeksikan sebagai energi alternatif yang dapat dimanfaatkan industri tertentu. Teknologi tersebut dikembangkan sesuai karakteristik sampah di Indonesia.
Poltak menyebut alternative fuel yang bersumber dari solid waste, baik sampah industri, organik, maupun perkotaan, setelah dikonversi menjadi energi baru terbarukan yang disebut solid fuel. Bahan bakar ini dapat digunakan sebagai pendamping batu bara atau metode co-firing pada fasilitas industri, tanpa harus menggantikan penggunaan batu bara secara keseluruhan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.53
Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar, Langkah Baru Kurangi Limbah
Berita terkait
Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Pabrik RDF di Kabupaten Bekasi Bakal Beroperasi 2027
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 17.02
Waste to Fuel, Olah Sampah Jadi RDF Dinilai Lebih Efisien
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.33
Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1250 Ton per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 09.14
Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 08.34