Sampah Diolah Jadi Bahan Bakar, Langkah Baru Kurangi Limbah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322902/original/053539600_1786593169-Foto_2.jpg.jpeg)
PT Asiana Technologies mengembangkan teknologi waste-to-fuel yang mengolah sampah perkotaan dan TPA menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan nilai kalor lebih dari 3.500 kilokalori per kilogram. Teknologi ini dirancang mengatasi kadar air tinggi sampah di Indonesia, sehingga RDF dapat digunakan sebagai bahan bakar pendamping batu bara di industri secara bertahap. Pengolahan sampah menjadi energi baru terbarukan dapat mengurangi limbah di TPA sekaligus memanfaatkan kembali material sampah. Namun, penerapan teknologi masih memerlukan kajian kualitas RDF, standar emisi, keberlanjutan, serta kesesuaian dengan regulasi lingkungan dan energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.51
Inovasi Waste-to-Fuel, Ubah Sampah Jadi Energi Alternatif Pendamping Batu Bara
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 16.35
Asiana Technologies Dorong Pemerintah Naikkan Rasio EBT Industri
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 13.33
Waste to Fuel, Olah Sampah Jadi RDF Dinilai Lebih Efisien
Berita terkait
Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif, Pabrik RDF di Kabupaten Bekasi Bakal Beroperasi 2027
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 17.02
Ledakan Hilirisasi Nikel Picu Lonjakan PLTU Captive Batu Bara RI
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.00
Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1250 Ton per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 09.14
Pabrik Pengolahan Sampah di Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027, Input Produksi 1.250 Ton Per Hari
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 08.34