Intelijen AS Sebut Iran Alihkan Prioritas dari Program Nuklir ke Selat Hormuz
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sebuah penilaian intelijen militer AS menyimpulkan bahwa Iran telah mengalihkan prioritas strategisnya dari program nuklir ke Selat Hormuz, menurut laporan NBC News yang mengutip dua pejabat AS. Penilaian ini menemukan bahwa Teheran kini memandang Selat Hormuz sebagai sumber daya yang lebih kuat dan efektif dibandingkan program nuklirnya, terutama setelah serangan yang menyasar fasilitas nuklirnya pada tahap awal konflik. Para pejabat militer AS juga memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa operasi AS untuk menguasai Selat Hormuz akan memakan waktu lama, memakan biaya besar, dan tidak menjamin keberhasilan.
Tiga pejabat Eropa dan dua pejabat negara Teluk Arab sependapat dengan penilaian tersebut, menyatakan bahwa upaya militer untuk membuka kembali Selat Hormuz akan menjadi operasi yang panjang dan berisiko. Operasi ini dapat membuat kapal perang AS rentan terhadap serangan rudal jelajah atau drone, mendorong harga minyak naik, dan tidak menjamin kemenangan pasti.
Pemerintahan Trump menanggapi dengan menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut AS. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, sedang berada di Teheran untuk mendukung upaya diplomasi antara AS dan Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.33
Jepang Desak Iran Menjamin Keamanan Selat Hormuz tanpa Jatah Preman
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.16
AS Perkuat Blokade Iran, Harga Minyak Jadi Target Perang
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.44
UEA Tuding Iran Serang 2 Kapal ADNOC di Selat Hormuz
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.16
Wapres AS Sebut Nuklir Iran Bukan Lagi Prioritas AS, Terus Apa?
Berita terkait
Trump dan Iran Terus Berseteru, Jalan Damai Masih Buntu
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.34
Ditolak Trump, Iran Masih Tunggu Jawaban AS Soal Hormuz
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 21.30
Balas Trump, Iran Tegaskan Hanya Diplomasi yang Bisa Akhiri Perang
Detik.com · 27 September 2026 pukul 10.22
Trump Tolak Proposal Akhiri Perang, Ini Respons Iran
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.59