Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Intelijen AS Sebut Iran Alihkan Prioritas dari Program Nuklir ke Selat Hormuz

Sebuah penilaian intelijen militer AS menyimpulkan bahwa Iran telah mengalihkan prioritas strategisnya dari program nuklir ke Selat Hormuz, menurut laporan NBC News yang mengutip dua pejabat AS. Penilaian ini menemukan bahwa Teheran kini memandang Selat Hormuz sebagai sumber daya yang lebih kuat dan efektif dibandingkan program nuklirnya, terutama setelah serangan yang menyasar fasilitas nuklirnya pada tahap awal konflik. Para pejabat militer AS juga memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa operasi AS untuk menguasai Selat Hormuz akan memakan waktu lama, memakan biaya besar, dan tidak menjamin keberhasilan.

Tiga pejabat Eropa dan dua pejabat negara Teluk Arab sependapat dengan penilaian tersebut, menyatakan bahwa upaya militer untuk membuka kembali Selat Hormuz akan menjadi operasi yang panjang dan berisiko. Operasi ini dapat membuat kapal perang AS rentan terhadap serangan rudal jelajah atau drone, mendorong harga minyak naik, dan tidak menjamin kemenangan pasti.

Pemerintahan Trump menanggapi dengan menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Angkatan Laut AS. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, sedang berada di Teheran untuk mendukung upaya diplomasi antara AS dan Iran.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait