Trump dan Iran Terus Berseteru, Jalan Damai Masih Buntu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menemui jalan buntu meskipun Iran telah mengajukan usulan perdamaian melalui mediator Qatar. Presiden Donald Trump menolak rencana tersebut dan menilai desakan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dipicu oleh keputusasaan akibat kekalahan dalam perang yang telah berlangsung selama tujuh bulan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa hanya diplomasi yang dapat menyelesaikan konflik ini. Iran menawarkan jeda pertempuran dan pembukaan Selat Hormuz dalam tujuh hari jika syarat mereka dipenuhi. Namun, ketegangan tetap tinggi terkait program nuklir Iran; AS menolak kepemilikan bom nuklir oleh Teheran, sementara Iran menolak memberikan konsesi terkait pengayaan uranium.
Perang yang dimulai sejak 28 Februari oleh AS dan Israel ini telah menyebabkan ribuan korban jiwa, mengganggu aliran minyak global, dan merusak ekonomi Iran. Konflik juga meluas ke kawasan Teluk melalui serangan drone dan rudal oleh Iran serta sekutu Houthi terhadap kepentingan AS dan Arab Saudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 21.30
Ditolak Trump, Iran Masih Tunggu Jawaban AS Soal Hormuz
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.00
Trump Tolak Tawaran, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Selat Hormuz
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 08.59
Trump Tolak Proposal Akhiri Perang, Ini Respons Iran
kumparan · 27 September 2026 pukul 04.00
Iran Tawarkan Buka Selat Hormuz Selama Sepekan, Tunggu Persetujuan AS
Berita terkait
AS Izinkan Delegasi Iran Hadiri Sidang Umum PBB, Tapi Ada Hal yang Dilarang
Detik.com · 18 September 2026 pukul 10.40
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Rencana Rahasia Iran untuk Tingkatkan Eskalasi Perang dengan AS
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.42
AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz? Trump Siap Umumkan Hari Ini
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.40