IPR: Isu Internal Jadi Momentum Kejagung Perkuat Reformasi Kelembagaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Isu internal yang dihadapi Kejaksaan Agung (Kejagung) dapat menjadi momentum untuk memperkuat reformasi kelembagaan dan mekanisme pengawasan. Menuruh Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), masyarakat menuntut transparansi proses hukum terhadap pihak-pihak yang sedang menjadi sorotan, sekaligus agar agenda pemberantasan korupsi tetap berjalan tanpa henti. Kejagung perlu menjaga keseimbangan antara kedua hal tersebut agar kepercayaan publik terhadap institusi tetap terjaga.
Iwan menekankan pentingnya Jaksa Agung memperkuat pengawasan dari dalam untuk memastikan setiap aparat penegak hukum bekerja secara bersih dan terukur. Penataan internal dianggap sebagai modal utama dalam membangun legitimasi penegakan hukum di mata masyarakat. Dengan demikian, isu-isu yang sedang berkembang dapat ditangani secara profesional dan transparan, sambil tetap memastikan pemberantasan korupsi kelas berat terus berjalan.
Kejagung juga perlu memastikan bahwa penyelidikan terhadap isu internal dilakukan secara independen dan akuntabel. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat citra dan kredibilitas lembaga di mata publik, sekaligus menjaga integritas penegakan hukum di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.05
IPR Nilai Isu Internal Kejaksaan Agung jadi Momentum Perkuat Reformasi Kelembagaan
Berita terkait
Pakar: Kejagung Tunjukkan Keseriusan Usut Kasus Febrie Adriansyah
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 11.17
Febrie Adriansyah Dinilai Manuver Lewat Praperadilan, Desak Penanganan Perkara Transparan
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 12.31
Penanganan Perkara Eks Jampidsus Harus Profesional, Transparan, dan Dapat Diawasi Publik
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.03
Kasus Baliho Jokowi Mandek, Kejari Solo Ditagih Transparansi
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 01.30