IPR Nilai Isu Internal Kejaksaan Agung jadi Momentum Perkuat Reformasi Kelembagaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinamika isu internal yang dihadapi Kejaksaan Agung dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat reformasi kelembagaan dan mekanisme pengawasan di tubuh lembaga penegak hukum tersebut. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menyatakan bahwa publik menuntut dua hal sekaligus: transparansi proses hukum terhadap pihak yang sedang disorot, dan agendas pemberantasan korupsi tetap berjalan tanpa henti. Ia menilai Jaksa Agung berupaya menjaga keseimbangan kedua hal tersebut agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi tetap terjaga.
Iwan menekankan pentingnya penguatan pengawasan internal agar setiap dugaan pelanggaran yang melibatkan aparat penegak hukum dapat diproses secara objektif dan transparan. Menurutnya, penegakan hukum yang bersih harus dimulai dari pembenahan di dalam. Penataan internal dianggap sebagai modal utama untuk membangun legitimasi penegakan hukum di mata publik.
Selain itu, Iwan mendorong Kejaksaan Agung untuk memperbuka komunikasi publik. Dalam era keterbukaan informasi, penjelasan resmi yang jernih diperlukan untuk menutup ruang spekulasi yang dapat menggerogoti kepercayaan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 14.13
IPR: Isu Internal Jadi Momentum Kejagung Perkuat Reformasi Kelembagaan
Berita terkait
Febrie Adriansyah Dinilai Manuver Lewat Praperadilan, Desak Penanganan Perkara Transparan
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 12.31
Penanganan Perkara Eks Jampidsus Harus Profesional, Transparan, dan Dapat Diawasi Publik
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 09.03
Pakar Nilai Ketegasan Jaksa Agung Menentukan Tingkat Kepercayaan Publik
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 11.48
Kejagung Diminta Segera Ungkap Pemilik 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 03.32