Serangan AS Berlanjut, Harga Minyak Dunia Dekati USD100 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah dunia mendekati USD100 per barel akibat serangan Amerika Serikat terhadap lima kapal tanker Iran di Selat Hormuz. Serangan ini merupakan respons atas percobaan serangan rudal terhadap kapal perang AS. Ketegangan meningkat setelah Iran mengancam menghentikan kapal yang melintas tanpa izin, yang menyebabkan lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut turun ke level terendah sejak Mei.
Selain konflik Timur Tengah, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan minyak dari China serta gangguan infrastruktur energi akibat perang di Ukraina. Bank of America memperingatkan bahwa jika konflik meluas dan kerusakan infrastruktur energi semakin parah, harga minyak Brent berpotensi melonjak hingga USD150 per barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.50
Iran Menggila! Rudal Pangkalan AS dan Serang 10 Kapal di Selat Hormuz
Detik.com · 9 September 2026 pukul 05.47
Iran dan AS Saling Lempar Ancaman
VOI · 9 September 2026 pukul 00.04
Abbas Araghchi: Kembalinya AS ke Komitmen MoU Islamabad Bisa Redakan Ketegangan
Berita terkait
JD Vance Sebut Tekanan Ekonomi Alat Paling Efektif AS terhadap Iran
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 17.00
Harga Minyak Dunia Tembus US$ 90, Iran dan AS Saling Ancam
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 07.40
Iran Pastikan Amerika tak Berhak Lintasi Selat Hormuz
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.04
Tak Ingin Perang Selesai, Iran Bakal Paksa AS Tetap Saling Serang
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 20.40