Iran Beli 400 Sistem Pertahanan Udara China, Pengiriman Pertama Segera Tiba
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran akan menerima pengiriman awal hingga 400 sistem pertahanan udara portabel buatan China dalam beberapa minggu mendatang, dengan nilai akuisisi antara USD 60 juta hingga USD 70 juta. Kesepakatan ini, yang dilaporkan oleh Reuters, merupakan salah satu upaya paling signifikan Teheran untuk meningkatkan pertahanan udara jarak pendeknya setelah serangan AS dan Israel yang mengungkap kerentanan dalam melindungi infrastruktur dan pangkalan militer.
Sistem yang dibeli termasuk MANPADS, khususnya rudal QW-12 dan FN-16, dan difasilitasi oleh Zhongqing Baoshang International Investment, sebuah perusahaan perantara asal Hong Kong yang menghubungkan pejabat Iran dengan produsen pertahanan China. Akuisisi ini bertujuan memperkuat kemampuan pertahanan Iran di tengah ketegangan regional yang meningkat.
Sementara itu, militer AS dan Arab Saudi melancarkan serangan udara gabungan terhadap kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak, menuduh mereka menargetkan personel AS dan infrastruktur energi Saudi atas perintah IRGC. Arab Saudi mendeskripsikan serangan ini sebagai operasi pertahanan diri pasca-serangan drone terhadap fasilitas minyaknya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 13.02
Iran Serang Kuwait Lagi, Targetnya Fasilitas Militer AS
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 05.41
Perang Makin Gila! Poros Perlawanan Iran Bangkit Lagi-Bidik Arab Saudi
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 17.27
Iran Serang Kuwait, Gedung Perusahaan China Rusak-1 Orang Tewas
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 15.20
2 Kapal Tanker Coba Melintas Tapi Gagal, Iran: Selat Hormuz Wilayah Kami!
Berita terkait
Donald Trump Ancam Bombardir Oman Jika Coba Halangi Urusan AS dengan Iran
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 22.07
Iran Ungkap 3 Pilot yang Hilang Ditahan Qatar
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Kapal UEA Kembali Diserang di Selat Hormuz
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 00.01
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01