Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Mau Bikin Iran KO, Teheran Balik Menantang

Amerika Serikat (AS) mengesahkan sanksi baru yang ditujukan untuk mengisolasi perekonomian Iran, lima bulan setelah konflik militer AS-Israel terhadap Iran berlangsung tanpa penyelesaian. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi terhadap 60 individu, entitas, dan kapal, namun tidak menerapkan opsi sanksi paling keras yang sebelumnya diancamkan. Washington memperingatkan negara yang tetap berdagang dengan Iran berisiko dikeluarkan dari sistem keuangan dolar AS, sekaligus memberi waktu bagi negara-negara untuk mematuhi arahan baru.

Iran menolak keras sanksi tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum berat terhadap kedaulatan nasional serta ancaman bagi hukum internasional dan PBB. Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada negara yang menghargai kedaulatan akan menerima normalisasi pelanggaran hukum. China, sebagai pembeli terbesar minyak Iran, menyatakan kerja sama dengan Teheran dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan menolak intervensi asing.

Di tengah tekanan ini, muncul sinyal pembukaan jalur mediasi untuk mengakhiri konflik. Iran dan Oman membahas pembentukan "koridor navigasi sementara bersama" di Selat Hormuz, yang pernah menjadi jalur penting bagi seperlima pengiriman minyak dan LNG dunia. Presiden AS Donald Trump kembali mengklaim seluruh ranjau di Selat Hormuz telah disingkirkan, sekaligus memberi peringatan keras terhadap penempatan ranjau baru.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait