Iran Berhasil Lumpuhkan Kekuatan AS di Kuwait
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Angkatan bersenjata Iran pada Kamis (3/9) melaporkan telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait menggunakan rudal dan drone. Serangan ini dilakukan sebagai respons atas serangan terbaru yang dilancarkan AS terhadap Iran pada Selasa malam sebelumnya. Menurut pernyataan militer Iran, serangan di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber, Kuwait, menyasar sistem komunikasi satelit, gudang, dan hanggar pesawat tempur. Di Pangkalan Udara Al Minhad, UEA, serangan menargetkan lokasi penempatan militer dan radar. Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengatakan serangan AS menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi. Militer Kuwait berupaya mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran. Wakil Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi, melaporkan korban luka akibat serangan AS di wilayahnya mencapai 68 orang. IRGC juga mengklaim melakukan serangan terkoordinasi terhadap pangkalan AS di Erbil, Irak, dan merusak dua helikopter AS serta menyerang pusat personel militer, yang menyebabkan korban jiwa. Sebelumnya, pada malam 18 Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk menjamin berakhirnya konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 21.32
Video Lego Terbaru Explosive Media Group Ungkap Serangan AS Ubah Pesta Pernikahan Jadi Duka
Detik.com · 3 September 2026 pukul 11.54
Bertambah, Iran Laporkan 19 Orang Tewas Akibat Serangan AS
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 17.14
AS Lakukan Serangan ke Pesta Pernikahan di Iran, Teheran: Setan!
Berita terkait
Iran Lakukan Balasan Serang Pangkalan AS di Kuwait
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.18
AS-Iran Kembali Lancarkan Serangan, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih 3%
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 19.27
Pakar Militer Nilai Serangan Balasan Iran ke Yordania Bermotif Politis, Bukan Strategis
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 16.24
Eks Penasihat Trump: Gagal Taklukkan Iran, AS Buka Opsi Penggunaan Senjata Nuklir
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 09.56