Iran Isyaratkan Ubah Doktrin Nuklir setelah Diserang AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Majelis Keamanan Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, mengisyaratkan Iran akan mempertimbangkan kembali penolakan senjata nuklir setelah serangan AS. Rezaei menyatakan bahwa kepatuhan terhadap Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) tidak memberikan perlindungan efektif dari serangan militer, seperti yang terjadi pada Iran. Ia menyorati bahwa Amerika Serikat telah membuktikan bahwa kebijakan non-proliferasi tidak cukup, sehingga negara lain secara alami bertanya untuk mengembangkan senjata nuklir sebagai alat pencegah. Meskipun tidak secara eksplisit mengumumkan keputusan, pernyataan Rezaei—mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam—menunjukkan pergeseran kebijakan yang signifikan. Iran telah lama menegaskan program nuklir sebagai bersifat damai dan bergabung dengan NPT serta menerima Kesepakatan Nuklir JCPOA tahun 2015. Namun, serangan AS terhadap Iran dianggap sebagai pemicu untuk meninjau kembali posisi terhadap senjata nuklir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.55
AS Meluncurkan "D-Day Ekonomi" Terbesar dalam Sejarah untuk Menghancurkan Iran
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.00
Mencekik Iran, AS Tercekik
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Kami Anggap Musuh
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 20.34
Saat Iran Ingin Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Berita terkait
Iran: Perluasan Persenjataan Nuklir AS Ancaman bagi Seluruh Umat Manusia!
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 07.48
Iran Kecam Keras Modernisasi Persenjataan Nuklir AS
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 13.57
Sekutu AS di Asia Waspada saat Trump Pindahkan Aset Militer untuk Perang Lawan Iran
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 06.15
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27