Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menepis ancaman sanksi baru AS sebagai tanda keputusasaan, menyatakan langkah-langkah tersebut tidak akan berhasil menaklukkan Teheran. Menkeu AS Scott Bessent berencana mengumbar sanksi terberat dalam sejarah, namun Araghchi menilai Washington sedang putus asa karena kembali ke strategi lama setelah gagal dengan operasi militer. Iran menuntut pendekatan yang berlandaskan keadilan dan kehormatan dalam dialog bilateral.
Ekonomi Iran sudah lama tertekan akibat sanksi internasional, dengan infrastruktur yang rusak dan ribuan korban jiwa sejak serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari. Teheran tetap teguh setelah hampir enam bulan konflik, melumpuhkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz dengan menolak kapal tanker tak terdaftar. Langkah ini mendorong kenaikan harga minyak global.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan konsekuensi ekonomi bagi negara yang membantu Iran, sementara Menkeu Bessent mendesak Tiongkok untuk menghentikan pembelian minyak Iran. Tiongkok, yang menyerap lebih dari 80 persen ekspor minyak Iran, mendesak penyelesaian melalui diplomasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 17.41
Perang Ekonomi AS Memanas, Iran Ancam Negara yang Ikut Campur
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 09.46
AS Ingin Iran Runtuh seperti Venezuela, tapi Justru Jadi Kekuatan yang Memukau Dunia
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
Berita terkait
Ganti Strategi, Amerika Pilih Mencekik Iran ketimbang Buang Waktu di Meja Perundingan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.01
Ancaman Serangan Mengintai Kapal, Lalu Lintas di Selat Hormuz Hanya Belasan Persen
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 13.01
AS Siapkan Sanksi Ekonomi untuk Iran Pekan Depan, Lebih Keras dari Sebelumnya
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 13.22
Respons Klaim Trump, Iran Beri Jawaban Terbaru soal Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 21.10