Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup, Syaratkan AS Penuhi Komitmen

Pemerintah Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap ditutup bagi lalu lintas internasional, bahkan sambil membahas dengan Oman kemungkinan pembentukan koridor pelayaran sementara dan pembersihan ranjau di kawasan tersebut. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa pembukaan kembali selat tersebut sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap komitmen internasional dan penghentian konflik bersenjata. Menurutnya, tidak ada kapal militer asing yang diizinkan melintas, sementara kapal komersial akan berada di bawah pengawasan ketat otoritas Iran. Iran menetapkan syarat mutlak bagi AS, termasuk penghentian sanksi dan blokade ekonomi, sebelum akses selat vital tersebut dapat dipulihkan. Upaya diplomasi terus berlangsung melalui pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran dan Oman untuk merencanakan langkah-langkah sementara menuju solusi permanen. Selat Hormuz, yang menyalurkan sekitar seperlima ekspor minyak dan gas alam cair dunia, menjadi titik kritis dalam ketegangan ini. Menanggapi sikap keras Iran, AS mengumumkan perluasan sanksi sekunder yang menyasar berbagai sektor, termasuk teknologi dan aset digital, untuk mengisolasi Iran secara ekonomi. Menteri Keuangan AS menekankan bahwa fokus kebijakan AS adalah tekanan ekonomi, bukan intervensi militer langsung. Iran juga membantah klaim AS tentang pembersihan ranjau di perairan internasional dan memperingatkan akan menyerang kapal penyapu ranjau asing yang mencoba memasuki kawasan tanpa izin. Ketegangan ini telah memicu volatilitas pasar energi global dan penguatan sanksi silang antara kedua belah pihak.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait