Harga Minyak Hari Ini Turun 3% Imbas AS Pilih Terapkan Sanksi Ekonomi ke Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)
Harga minyak dunia turun lebih dari 3% pada perdagangan Selasa 25 Agustus 2026, dengan harga minyak Brent mencapai US$ 88,58 per barel dan WTI di US$ 82,36 per barel. Penurunan ini terjadi seiring kebijakan Amerika Serikat yang beralih ke sanksi ekonomi daripada serangan militer untuk menekan Iran. Harga minyak turun lebih dari 5% dalam seminggu setelah AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran dan pihak yang mendukung aktivitas ekonominya. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah ini sebagai 'D-Day ekonomi' dan menegaskan bahwa tekanan ekonomi maksimal mengurangi kemungkinan konflik militer yang lebih besar. Sementara itu, diplomat AS bersiap untuk kembali ke pos tugas, menunjukkan tidak ada rencana untuk perang terbuka. Presiden Donald Trump juga mengklaim bahwa Angkatan Laut AS telah membersihkan ranjau di Selat Hormuz dan mengancam untuk menghancurkan kapal yang menebar ranjau baru. Iran menyatakan siap menghadapi sanksi dengan rencana dua tahun yang telah disiapkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.44
Iran Ancam Hentikan Seluruh Ekspor Minyak di Timur Tengah, AS Justru Luncurkan D-Day Ekonomi
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 10.00
Presiden Trump Sebut Ranjau di Selat Hormuz Telah Dibersihkan
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 07.44
Trump Klaim Selat Hormuz Bebas Ranjau, Iran Ancam Tutup Lagi
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 02.09
Tak Gentar, China Jawab Ancaman AS yang Minta Iran Dikucilkan dari Hubungan Bisnis
Berita terkait
Iran Tepis Ancaman Sanksi Baru AS Sebagai Keputusasaan
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.45
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Ganti Strategi, Amerika Pilih Mencekik Iran ketimbang Buang Waktu di Meja Perundingan
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.01
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25