Iran dan Venezuela Panas Buntut Komentari Ancaman AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran bukan Venezuela dan menolak tunduk terhadap tekanan militer Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan Mehr News Agency (20/7/2026), Araghchi menjelaskan bahwa Iran memiliki sistem kekuasaan "mosaik" yang terdesentralisasi, sehingga menyingkirkan satu pemimpin tidak akan menyebabkan keruntuhan negara. Ia membandingkan kondisi itu dengan Venezuela, di mana AS berhasil memaksakan pergantian rezim dengan menangkap Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer pada Januari lalu. Araghchi juga menceritakan ancaman nyata yang dialami dirinya dan negosiator Iran selama perundingan nuklir dengan AS, namun menegaskan bahwa Iran tetap teguh dan menolak segala bentuk ancaman maupun suap.
Komentar Araghchi tersebut memicu kecaman dari Venezuela. Pemerintah Venezuela memanggil Duta Besar Iran Ali Chegini pada 28 Juli untuk menerima nota protes resmi atas pernyataan yang dianggap "merendahkan dan tidak pantas" terhadap lembaga serta otoritas Venezuela. Hubungan kedua negara sebelumnya sangat erat sejak era Presiden Hugo Chavez pada 1999, dengan kerja sama di bidang energi, pertambangan, dan kesehatan. Iran bahkan pernah mengirimkan 1,5 juta barel bensin pada 2020 dan jutaan dosis vaksin pada 2025 ketika Venezuela mengalami krisis. Namun, pemerintahan baru Venezuela yang terbentuk setelah jatuhnya Maduro diperkirakan akan mengubah pendekatan terhadap Iran demi mendekat ke Washington.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 17.40
Perang AS-Iran Makin Melebar, Teheran Warning NATO
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 10.22
China Sangkal Bakal Kirim 400 Peluncur Rudal ke Iran untuk Melawan AS
JPNN.com · 31 Juli 2026 pukul 08.55
Balas Serangan Amerika, Iran Klaim Hancurkan 3 Jet F-35 di Yordania
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 18.41
Tak Berdaya Lawan Manuver Trump, Iran Malah Ancam Negara Pro-Amerika
Berita terkait
Menlu Iran: Kembali ke Jalur Diplomasi Bukan Hal Mustahil namun Bergantung pada AS
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 14.38
Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.20
Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Tawaran Selat Hormuz
Detik.com · 29 September 2026 pukul 18.12
Terungkap! Ini Alasan Utama Presiden Iran Pezeshkian Masih Enggan Bertemu Donald Trump!
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 07.28