Pakistan Tegaskan Tidak Terikat Sanksi AS terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Islamabad - Pakistan menyatakan tidak terikat oleh sanksi Amerika Serikato terhadap Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taher Andrabi menyatakan bahwa sanksi sepihak AS tidak sesuai dengan hukum internasional dan berbagai persoalan harus diselesaikan melalui dialog. Pernyataan ini disampaikan saat berbicara kepada wartawan di Islamabad pada hari Kamis (27/8/2026). Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan sanksi baru terhadap Iran sebagai bagian dari upaya pemerintahan Presiden Donald Trump untuk meningkatkan tekanan ekonomi. Pakistan juga menepis laporan yang mengklaim Kepala Angkatan Daratnya, Field Marshal Asim Munir, mengunjungi Iran sebagai utusan Trump. Andrabi menyebut klaim tersebut menyesatkan dan tidak sesuai fakta. Ia menjelaskan kunjungan Munir ke Teheran pada 24 Agustus dilakukan dalam konteks peran mediator Pakistan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 06.10
Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 23.37
Pezeshkian: Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.04
Sanksi Baru AS Bikin Warga Iran Antre Panjang di SPBU
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.31
Mampukah Iran Membalas Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS?
Berita terkait
Pakistan Mediasi Konflik Iran-AS, Dorong Revitalisasi MoU Islamabad
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 15.38
Peluru Iran Mulai Diarahkan ke Para Sekutu AS, Siapa Bakal Kena?
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.20
Iran: Sanksi Baru AS adalah Terorisme Ekonomi, Kejahatan terhadap Kemanusiaan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 18.26
Iran Seru Indonesia dan Negara-negara Muslim Terkemuka Pimpin Upaya Persatuan
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 20.31