Iran Ditekan Sanksi AS, Pezeshkian Serukan Negara Muslim Perkuat Kerja Sama Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta negara-negara Muslim memperkuat kerja sama ekonomi di tengah tekanan sanksi baru yang diumumkan Amerika Serikat. Dalam Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40, Pezeshkian menyampaikan bahwa perdagangan antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih rendah, dengan hanya sekitar 19 persen ekspor negara anggota OKI yang ditujukan kepada sesama anggota. Sebagian besar ekspor justru dikirim ke luar organisasi, sehingga potensi pertumbuhan ekonomi negara Muslim belum optimal.
Pezeshkian mendorong peningkatan perdagangan di antara negara anggota OKI untuk meningkatkan perekonomian. Seruan ini muncul saat Iran menghadapi sanksi baru dari AS yang dikabarkan sebag sebagai salah satu terberat setelah perundingan damai tidak mencapai kesepakatan. Trump juga mengancam negara yang tetap bekerja sama dengan Iran akan menghadapi konsekuensi dari AS.
Dalam pidatonya, Pezeshkian juga meminta negara Muslim tidak menggunakan wilayahnya sebagai basis untuk menghadapi negara Muslim lainnya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat keamanan dan ekonomi melalui kerja sama, serta menolak penggunaan wilayah negara Muslim untuk kepentingan militer yang merugikan sesama Muslim.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 23.37
Pezeshkian: Iran Hadapi Kondisi Terburuk Perang Ekonomi
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 07.05
Ngeri! Balas Sanksi AS, Iran Ancam Kiamat Minyak dan Bom Nuklir
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 19.29
Pakistan Tegaskan Tidak Terikat Sanksi AS terhadap Iran
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.42
Iran Puji China karena Berani Melawan Ancaman Sanksi AS
Berita terkait
Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 06.10
Sanksi Baru AS Bikin Warga Iran Antre Panjang di SPBU
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 14.04
Mampukah Iran Membalas Negara yang Ikut Perang Ekonomi AS?
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.31
AS Mulai Kepung Mitra Dagang Iran Lewat Dolar, Ini Korban Pertamanya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.14