Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Iran Mulai Tertekan Perang dengan Amerika, Ini Buktinya

Pemerintah Iran pada Selasa (8/9/2026) menaikkan harga bensin sebagai bagian dari tekanan ekonomi yang dihadapi akibat konflik dengan Amerika Serikat. Kenaikan ini menjadi yang kedua sejak Desember 2025, dengan harga bensin untuk konsumsi di atas kuota 110 liter per bulan naik menjadi 100.000 rial per liter (Rp 1.282), dua kali lipat dari harga sebelumnya. Pemerintah menyatakan kenaikan disebabkan oleh "situasi saat ini" dan berjanji dana tambahan akan disalurkan ke rumah tangga. Dampaknya dirasakan oleh sekitar 15% konsumen, sementara konsumsi bensin mencapai 145 juta liter per hari pada Agustus 2026, melampaui kapasitas produksi dalam negeri sebesar 122 juta liter per hari.

Nilai mata uang Iran (rial) telah merosot ke rekor terendah, dengan nilai tukar dolar AS mencapai 2,22 juta rial pada hari Senin. Di tengah kenaikan biaya hidup, inflasi tahunan Iran tetap tinggi di kisaran 67%. Para ahli khawatir kenaikan harga bensin akan memicu peningkatan inflasi lebih lanjut dan memengaruhi harga kebutuhan pokro like roti dan daging. Warga setempat menyampaikan kekhawatiran tentang kesulitan hidup yang semakin meningkat.

Meskipun masih memiliki salah satu harga bensin terendah di dunia, kenaikan ini menambah beban bagi lebih dari 90 juta penduduk Iran. Sejarah menunjukkan bahwa kebijakan serupa pada 1964 pernah memicu demonstrasi massal yang menghasilkan penggantian taksi oleh militer.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait