Iran Rilis Video Langka Mojtaba Khamenei Usai Rumor Kondisinya Kritis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Iran merilis video langka pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei melalui Mehr News Agency pada 9 Agustus 2026, menyusul rumor kondisi kesehatannya yang dikabarkan kritis. Video tersebut menunjukkan Mojtaba berbicara dikelilingi sejumlah orang, meskipun tidak disebutkan kapan atau di mana rekaman itu dibuat. Mehr melaporkan Mojtaba bertemu Presiden Masoud Pezeshkian untuk membahas tantangan Iran termasuk kebutuhan penghidupan masyarakat, konflik militer dengan AS, dan interaksi ekonomi dengan mitra asing.
Mojtaba terpilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026 setelah ayahnya, Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Ia dilaporkan mengalami luka dalam serangan yang sama, namun Teheran tidak pernah merinci kondisinya. Sejak terpilih, Mojtaba belum pernah tampak di publik dan hanya berkomunikasi lewat pernyataan tertulis. Ia juga tidak hadir dalam pemakaman ayahnya. Presiden Pezeshkian pekan lalu menyatakan komunikasi dengan Mojtaba "sangat sulit saat ini", namun menyebut pertemuan mereka produktif dan menegaskan keberadaan Mojtaba sebagai sumber kekuatan bagi Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 16.50
Mojtaba Khamenei akan Segera Muncul di Depan Publik Iran
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 20.02
Presiden Iran Sudah Bertemu dengan Mojtaba Khamenei, Apa Saja yang Dibahas?
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 10.28
Eks Jenderal Israel Ledek Arab Saudi: Hanya Macan Kertas, Punya Senjata Canggih tapi...
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.15
Harga Minyak Dunia Kembali Bergeliat, Brent Dekati US$88 per Barel
Berita terkait
Mojtaba Khamenei Mau Dilengserkan dari Jabatan Pemimpin Tertinggi Iran
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 17.40
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56
Keseimbangan Kekuatan di Timur Tengah Bergeser setelah Ancaman Krisis Energi dari Iran dan Houthi
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 18.03
3 Alasan Negara-negara Arab Mulai Ketakutan dengan Permainan Ganda Iran dengan Proksinya
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 04.40