Keseimbangan Kekuatan di Timur Tengah Bergeser setelah Ancaman Krisis Energi dari Iran dan Houthi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Keseimbangan kekuatan di Timur Tengah bergeser setelah pejuang Houthi merebut wilayah strategis di pantai barat Yaman dan mengendalikan Selat Bab al-Mandeb. Analis Luciano Zaccara menilai situasi ini menguntungkan Iran karena menempatkan dua jalur pelayaran energi vital, termasuk Selat Hormuz, dalam posisi terancam.
Kondisi ini berdampak signifikan bagi Arab Saudi, yang terlihat dari kenaikan harga minyak dunia. Upaya mencari rute pengiriman energi alternatif untuk menghindari Selat Hormuz dinilai belum efektif sepenuhnya dalam mengatasi krisis tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 18.36
Pertamax Diprediksi Rp 20 Ribu, Seusai Kenaikan Harga Minyak Global
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 16.07
Trump Buka Pintu Negosiasi, Iran Justru Mengancam: Tidak Ada Pembicaraan!
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 13.05
Bahlil Ibaratkan Kondisi Geopolitik Dunia Kini Bak Malaria
Liputan6.com · 15 September 2026 pukul 12.00
Harga Minyak Dunia Makin Mahal di Tengah Serangan Houthi dan Iran
Berita terkait
3 Alasan Negara-negara Arab Mulai Ketakutan dengan Permainan Ganda Iran dengan Proksinya
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 04.40
Iran Ancam Buat Negara-negara Teluk Gelap Gulita Jika AS Serang Pembangkit Listriknya
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 07.05
Blokade Houthi Guncang Pasokan Energi Global, Harga Minyak Lampaui USD100 per Barel
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 08.14
Kondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung Dipecat
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 07.00