Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Iran mengkritik keras Donald Trump yang ingin mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan Selat Hormuz adalah milik Iran dan tidak akan direbut lewat perintah atau ancaman. Setelah serangan gabungan AS-Israel pada Februari 2026, Iran menutup Selat Hormuz, yang dianggap ancaman bagi jalur energi dunia. AS menanggapi dengan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan Iran. Kedua pihak saling menekankan posisi, dengan Iran menyatakan blokade akan terus berlaku sampai AS mengakui kekalahan strategis. Harga minyak global melonjak hingga USD120 per barel akibat ketegangan ini. Kedua negara kini berada dalam fase saling menantang tanpa langkah konflik langsung yang lebih luas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.10
Trump Emosi, Ancam Bom Negara Arab Kaya Ini Gegara Selat Hormuz-Iran
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.27
Sesumbar Trump Dibalas Ejekan Iran 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.21
Trump Tak Peduli Diteriaki Sana-sini, DPR AS Emosi-Iran Bantah Keras
Berita terkait
Trump Ingin Nego Lagi tapi Iran Tak Sudi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 20.33
Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Trump Pilih Lanjut Negosiasi
Detik.com · 28 September 2026 pukul 15.36
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Trump Tolak Tawaran Damai Iran
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 14.46
Harga Minyak Menguat Setelah Trump Tolak Proposal Damai Iran
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 08.32