Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS

Pemerintah Iran mengkritik keras Donald Trump yang ingin mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan Selat Hormuz adalah milik Iran dan tidak akan direbut lewat perintah atau ancaman. Setelah serangan gabungan AS-Israel pada Februari 2026, Iran menutup Selat Hormuz, yang dianggap ancaman bagi jalur energi dunia. AS menanggapi dengan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan Iran. Kedua pihak saling menekankan posisi, dengan Iran menyatakan blokade akan terus berlaku sampai AS mengakui kekalahan strategis. Harga minyak global melonjak hingga USD120 per barel akibat ketegangan ini. Kedua negara kini berada dalam fase saling menantang tanpa langkah konflik langsung yang lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait