IRGC: Iran Siapkan Senjata Presisi Lebih Dahsyat jika Perang Pecah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan akan menyiapkan senjata presisi generasi baru yang lebih dahsyat jika konflik militer terjadi di kawasan Timur Tengah. Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, menyatakan bahwa Iran telah melakukan kemajuan teknologi dalam pengembangan alutsista, dengan fokus pada senjata yang lebih destruktif, akurat, dan berjangkauan jauh. Menurutnya, senjata yang akan digunakan dalam konflik mendatang akan berbeda secara signifikan dari konflik sebelumnya, baik dari segi generasi hulu ledak, tingkat presisi, jangkauan rudal, maupun parameter lainnya.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump dikabarkan beralih ke strategi 'pencekikan' ekonomi bertahap terhadap Iran sebagai alternatif untuk menghindaki tindakan militer langsung. Langkah ini bertujuan mengisolasi Iran secara ekonomi dan menekan stabilitasnya. Trump juga mendesak negara-negara sekutu untuk bergabung dalam upaya isolasi tersebut.
Respon Iran terhadap tekanan ekonomi ini adalah dengan terus memamerkan kemajuan kapabilitas militernya sebagai bentuk deterensi. IRGC juga dilaporkan memperkuat kontrol atas operasi militer, termasuk ancaman terhadap stabilitas Selat Hormuz dan Teluk. Beberapa pejabat senior IRGC, termasuk Mohammad Reza Naqdi dan Esmail Qaani, turut menyatakan komitmen untuk mempertahankan tekanan dan menolak upaya normalisasi yang dilakukan pihak asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.50
Iran Bakal Gunakan Senjata Lebih Presisi Jika Perang Kembali Pecah
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 00.01
IRGC Iran Siapkan Senjata Lebih Dahsyat Jika Perang Kembali Pecah
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.37
Iran Sudah Babak Belur Dihajar Amerika, tetapi Mengklaim Punya Senjata Rahasia
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Buat Taktik Baru Lawan AS, Sebut Strategi Mematikan-Agresi Taktis
Berita terkait
Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.18
Harga Minyak Terbang 4% Setelah AS Kirim Kapal Induk ke Timur Tengah
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 07.45
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.48
IRGC Sebut Trump Pembohong Besar, AS Gagal dan Harus Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 29 September 2026 pukul 17.39