Iran Buat Taktik Baru Lawan AS, Sebut Strategi Mematikan-Agresi Taktis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepemimpinan sayap kanan Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, telah merilis strategi baru melawan AS berupa 'operasi ofensif untuk konfrontasi berkelanjutan'. Strategi ini dirilis setelah kedaluwarsa Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang antara kedua negara, sementara kontrol atas Selat Hormuz masih menjadi sengketa. Dekrit baru yang dikeluarkan mengesahkan Ahmad Vahidi sebagai Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dengan mandat untuk mempersiapkan operasi ofensif kuat terhadap musuh. Penasihat Khamenei, Mohammad Mokhber, menyatakan bahwa strategi ofensif ini bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan global jika persyaratan Iran tidak dipenuhi.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaie, menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan konsesi dari AS adalah melalui pertempuran berkelanjutan dan memberikan penderitaan konstan. Deputi Politik IRGC, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, membuka peluang 'agresi taktis' yang melibatkan serangan terbatas dan terukur, meskipun menekankan bahwa tindakan Iran tetap bersifat defensif terlebih dahulu. Analis Royal United Services Institute, H.A. Hellyer, menyatakan bahwa Iran yakin pada keunggulan militernya untuk menguasai ruang, geografi, dan waktu peperangan melawan AS, sekaligus berhasil bertahan dari serangan AS, Israel, dan negara-negara Teluk.
Strategi ofensif baru ini didukung oleh inovasi drone dan rudal balistik bermanuver dengan hulu ledak klaster. Iran juga mengancam melalui serangan asimetris seperti sabotase kabel bawah laut dan serangan terhadap kapal tanker milik ADNOC untuk menjaga harga minyak tinggi. Selain itu, Iran memobilisasi sekutu proksinya, termasuk milisi Houthi di Yaman dan milisi di Irak, yang semakin beringas menyerang infrastruktur minyak Arab Saudi. Kunjungan diam-diam Komandan Pasukan Quds, Esmail Qaani, ke Baghdad menunjukkan komitmen Iran untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan meski menghadapi tekanan AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 14.13
Trump Sanksi Ekonomi Iran, Menlu Araghchi: Pengalihan Krisis AS, hanya akan Berujung Kekalahan Lanjutan
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 14.00
Donald Trump Umumkan “D-Day Ekonomi” Terhadap Iran: Sanksi Paling Menghancurkan dalam Sejarah
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 13.30
Presiden AS Donald Trump Umumkan Perang Ekonomi Total Lawan Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 11.12
Pasukan AS Diam-diam Kawal Kapal Tanker Minyak Lintasi Selat Hormuz
Berita terkait
IRGC Tepis Klaim Presiden Trump Mengenai Pembicaraan Iran-AS
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.30
Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 06.18
Pengusaha Ragu soal Kesepakatan AS-Iran, Kapal Lewat Selat Hormuz Makin Sepi
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 08.07
Iran Klaim AS dan Israel Tak Punya Jawaban atas Kegagalan Berulang
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 19.35