Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Iran Buat Taktik Baru Lawan AS, Sebut Strategi Mematikan-Agresi Taktis

Kepemimpinan sayap kanan Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, telah merilis strategi baru melawan AS berupa 'operasi ofensif untuk konfrontasi berkelanjutan'. Strategi ini dirilis setelah kedaluwarsa Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang antara kedua negara, sementara kontrol atas Selat Hormuz masih menjadi sengketa. Dekrit baru yang dikeluarkan mengesahkan Ahmad Vahidi sebagai Kepala Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dengan mandat untuk mempersiapkan operasi ofensif kuat terhadap musuh. Penasihat Khamenei, Mohammad Mokhber, menyatakan bahwa strategi ofensif ini bertujuan mengubah keseimbangan kekuatan global jika persyaratan Iran tidak dipenuhi.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaie, menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan konsesi dari AS adalah melalui pertempuran berkelanjutan dan memberikan penderitaan konstan. Deputi Politik IRGC, Brigadir Jenderal Yadollah Javani, membuka peluang 'agresi taktis' yang melibatkan serangan terbatas dan terukur, meskipun menekankan bahwa tindakan Iran tetap bersifat defensif terlebih dahulu. Analis Royal United Services Institute, H.A. Hellyer, menyatakan bahwa Iran yakin pada keunggulan militernya untuk menguasai ruang, geografi, dan waktu peperangan melawan AS, sekaligus berhasil bertahan dari serangan AS, Israel, dan negara-negara Teluk.

Strategi ofensif baru ini didukung oleh inovasi drone dan rudal balistik bermanuver dengan hulu ledak klaster. Iran juga mengancam melalui serangan asimetris seperti sabotase kabel bawah laut dan serangan terhadap kapal tanker milik ADNOC untuk menjaga harga minyak tinggi. Selain itu, Iran memobilisasi sekutu proksinya, termasuk milisi Houthi di Yaman dan milisi di Irak, yang semakin beringas menyerang infrastruktur minyak Arab Saudi. Kunjungan diam-diam Komandan Pasukan Quds, Esmail Qaani, ke Baghdad menunjukkan komitmen Iran untuk mempertahankan pengaruhnya di kawasan meski menghadapi tekanan AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait