Jenderal IRGC: Iran Mampu Perang Panjang Melawan AS hingga Trump Lengser
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komandan senior Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, menyatakan militer Iran mampu berperang berkepanjangan melawan Amerika Serikat, bahkan hingga masa jabatan Presiden Donald Trump berakhir. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan media Amerika PBS yang disiarkan Selasa lalu. Naqdi mengatakan tujuan Teheran adalah mencapai deterrence agar musuh tidak berani menyerang Iran. Salah satu caranya, menurut dia, adalah memperpanjang perang hingga masa jabatan presiden berikutnya dan menguras kekuatan lawan, sehingga pihak lain berpikir dua kali sebelum menyerang Iran. Pernyataan ini muncul di tengah laporan media Amerika tentang tekanan pada stok amunisi AS dan menurunnya moral pasukan Amerika di Timur Tengah. Trump melancarkan kampanye pengeboman selama 40 hari terhadap Iran pada akhir Februari. Meski kehilangan sejumlah pejabat senior, pemerintah Teheran tetap memegang kendali negara dan membalas dengan serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan Teluk, serta memberikan tekanan ekonomi terhadap sekutu Washington dan pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
Mulai Pekan Depan. AS Siapkan Isolasi Ekonomi Iran Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 09.01
Iran Belum Putuskan Lanjutkan Perundingan dengan AS
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 13.16
2 Kapal Minyak UEA Diserang Saat Melintasi Selat Hormuz
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 09.00
AS Bisa Mempertahankan Blokade Laut Terhadap Pelabuhan Iran Tanpa Batas Waktu
Berita terkait
IRGC Sebut Selat Hormuz Tak Dibuka Sampai AS Penuhi Syarat: Ini Medan Perang
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 18.29
Tantangan Baru Iran untuk AS, Trump "Mimpi" Caplok Selat Hormuz
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Militer Iran Tolak Klaim AS soal Kapal-kapal Bisa Melintasi Selat Hormuz secara Normal
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 22.31
Iran Klaim AS dan Israel Tak Punya Jawaban atas Kegagalan Berulang
SINDOnews · 9 Agustus 2026 pukul 19.35