Isi WA Terdakwa Kasus Bea Cukai ke Atasan: Sembunyi Dulu, Komandan Ditarget
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jaksa KPK mengungkap bukti percakapan WhatsApp antara Sisprian Subiaksono (Kasubdit Intelijen) dan Rizal (Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai) yang mengindikasikan kebocoran informasi Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam chat tertanggal 2 Februari 2026, Sisprian memperingatkan Rizal untuk 'sembunyi' karena mereka sedang ditarget oleh KPK, dua hari sebelum OTT benar-benar terjadi pada 4 Februari 2026.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, terungkap bahwa dana ilegal dari pengusaha importir digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk renovasi ruangan Rizal dan pembelian lima unit iPhone untuk informan. Sisprian mengaku menerima bagian Rp 1 miliar per bulan dari bos Blueray, John Field, dan menyebut Rizal menerima jumlah yang lebih besar. Kasus ini melibatkan total suap dan gratifikasi mencapai Rp 78,8 miliar yang diterima oleh tiga pejabat Bea Cukai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 14.43
Faizal Assegaf Serang Jaksa di Sidang Bea Cukai, Hakim Sampai Skors Persidangan
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.34
Saksi Sebut Diminta Pasang Badan dalam Kasus Impor
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 15.39
Saksi Kasus Bea Cukai Ngamuk ke Hakim: Rumah Bapak akan Didatangi Rakyat
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 14.50
Faizal Assegaf Ngamuk ke Jaksa KPK dan Hakim di Sidang Kasus Bea Cukai
Berita terkait
Chat WA 2 Terdakwa Kasus Bea Cukai: Jangan Lengah, Tegar, Kejam
Detik.com · 18 September 2026 pukul 13.54
Tangis Eks Pejabat Bea Cukai Pecah saat Cerita Korbankan Diri Demi Atasan
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 14.52
Terdakwa Kasus Bea Cukai Nangis, Ngaku Didesak Atasan agar Perkara Tak Melebar
Detik.com · 16 September 2026 pukul 13.50
Saksi Ungkap Budiman Bayu Dapat Jatah Uang Rp75 Juta per Bulan
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.32