Jaksa Cecar Pejabat Bea Cukai soal Dugaan OTT KPK Bocor: Siapa yang Spill?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam sidang terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi di Direktorur Bea Cukai, Jaksa KPK menyelidiki dugaan kebocoran operasi tangkap tangan (OTT) setelah menemukan pesan WhatsApp dari Sisprian Subiaksono ke Orlando Hamonangan yang berbunyi 'Hati-hati, Coy, kita sedang dipantau'. Sidang ini digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Senin, 14 September 2026, dengan Orlando hadir sebagai saksi untuk dua terdakwa lainnya, Rizal dan Sisprian. Jaksa mencecar soal makna pesan tersebut dan apakah ada kebocoran informasi sebelum OTT dilakukan pada 3 Februari 2026. Orlando mengakui menerima peringatan tersebut di kantor, namun menyatakan tidak tahu secara spesifik siapa yang memantau dan tidak pernah mendapatkan instruksi untuk menghentikan penerimaan uang. Ia juga mengonfirmasi bahwa KPK sebelumnya pernah melakukan pengawasan terhadap P2 Bea Cukai sejak Oktober 2025, meskipun ia belum menjadi bagian dari direktorat tersebut pada saat itu. Kasus ini melibatkan tiga pejabat Bea Cukai yang diduga menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp78,8 miliar dalam mata uang rupiah dan asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 September 2026 pukul 16.03
Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi: Bupati Ade Kuswara Divonis 6 Tahun Penjara
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 13.33
KPK Periksa Kasie di Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo Senin Ini
Berita terkait
Chat WA Terdakwa Kasus Bea Cukai ke Rekan Sebelum Kena OTT KPK: Hati-hati Coy
Detik.com · 14 September 2026 pukul 15.07
Jaksa KPK Tunjukkan Isi Safe House Lokasi Pejabat Bea Cukai Sembunyikan Rp 5 M
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.50
KPK Ungkap Alasan Sempat Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 11.41
Ruangan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Sempat Disegel KPK
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.16