Jangan Happy Dulu! Industri Sepatu RI Was-Was Meski Bangkit 11% di Q2
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri sepatu dalam negeri tumbuh 11,3% pada kuartal II-2026, namun tetap tertekan oleh banjir produk impor legal dan ilegal dengan harga kompetitif. Sekretaris Jenderal Aprisindo Yoseph Billie Dosiwoda menyampaikan, produk impor menjadi tantangan utama yang menekan pasar lokal, didampingi kendala regulasi seperti sertifikasi SNI, perizinan, dan proses impor yang tidak seimbang serta menambah beban biaya. Billie menekankan, dengan populasi Indonesia mencapai 288 juta jiwa, pasar alas kaki domestik masih besar, namun pertumbuhan tidak akan berkelanjutan tanpa kebijakan proteksi impor yang tepat, kemudahan bahan baku, dan insentif industri padat karya. Ia menyebutkan, sinyal pemulihan ada, namun belum kuat dan masih dibayangi tantangan struktural baik di pasar ekspor maupun domestik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 13.03
Maman Ungkap Biang Kerok Produk UMKM Lokal Sulit Bersaing di RI
Berita terkait
Pengusaha Konveksi Teriak Minta Jangan Asal Buka Keran Impor, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 16.45
IPKB Minta Pemerintah Tak Gegabah Buka Keran Impor saat Stok Ritel Menipis
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 19.46
BI Dorong Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
kumparan · 26 September 2026 pukul 17.33
Aprindo Ungkap Penyebab Beras Premium Langka: Tak Ada Pasokan di Bawah HET
kumparan · 26 September 2026 pukul 16.15