Janji Beri Kejutan ke AS, Iran Andalkan Teknologi Militer Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara angkatan bersenjata Iran, menyatakan bahwa militer Iran telah lebih kuat dengan mengadopsi strategi perang asimetris dan teknologi pertahanan buatan dalam negeri. Ia memperingatkan bahwa agresi terhadap Iran akan ditanggapi dengan "teknologi militer baru" dan menegaskan bahwa rudal serta pesawat nirawak Iran telah menjadi lebih canggih. Posisi Iran kini dinilai lebih baik dibandingkan masa sebelumnya dalam menghadapi ketegangan dengan AS dan Israel.
Shekarchi menjelaskan bahwa pendekatan asimetris Iran bertujuan menangkal senjata berat mahal dengan peralatan pertahanan yang lebih murah namun efektif. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menekankan bahwa fokus pertemuannya dengan Presiden Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB ke-81 adalah untuk memaparkan dan mempertahankan syarat Iran agar jalur perairan strategis dapat dibuka kembali.
Pernyataan ini muncul sekaligus Iran mengumbarkan kesiapan militer sambil menegaskan komitmennya dalam diplomasi internasional, terutama terkait isu jalur perdagangan dan keamanan di wilayah yang strategis.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.34
Trump dan Iran Terus Berseteru, Jalan Damai Masih Buntu
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.57
Inggris Mendadak Evakuasi Warga Dekat Pangkalan yang Dipakai AS Serang Iran
Detik.com · 27 September 2026 pukul 14.15
Presiden Iran Tegaskan Tak Percaya AS, Anggap Blokade Hormuz Respons Wajar
Detik.com · 26 September 2026 pukul 17.54
Presiden Iran Ingatkan Respons Tegas Jika AS Lanjutkan Serangan
Berita terkait
AS Tingkatkan Aktivitas Militer di Dekat Iran, Kerahkan Pesawat Mata-mata hingga 12 Jet Tempur F-16
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 06.22
Sinyal Perundingan Iran dan AS Tekan Harga Minyak Mentah Dunia
JawaPos · 24 September 2026 pukul 09.45
Beda Data, Pentagon Sebut Jumlah Korban AS Saat Perang Iran Lebih Sedikit
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 23.53
Bos Badan Nuklir Iran Batal Hadiri Konferensi IAEA karena AS
Detik.com · 14 September 2026 pukul 15.42